Login anggota

User/Email
Password
      Daftar | Lupa Pass?

Kategori Berita

Agenda PP. Nurul Cholil

« Dec 2017 »
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Activity Feed

Statistik Situs

Visitors:258248Users
Hits:706012Hits
Month:1571Users
Today:93Users
Online:1Users

Mengapa Harus Ada Nabi Dan Rasul ?

Kategori: Artikel - Jum`at, 25 Mei 2012 23:30:23 - Oleh : HASAN - dibaca 4266 kali
Mengapa Harus Ada Nabi Dan Rasul ?

Betapa banyak manusia intelektual, baik dari kalangan ahli filsafat, ahli hikmah maupun cerdik cendikiawan yang menelaah, mencari, serta bertanya-tanya tentang hikmah terutusnya para nabi dan rasul.  Di antara mereka ada yang selalu mengembalikan setiap masalah pada usuluddin, ada pula yang memecahkan permasalahan tersebut sesuai dengan hawa nafsunya dan tidak mau mengikuti al-Qur’an, hadits, ijma’, dan qiyas, sehingga mereka tersesat dan terjatuh ke dalam jurang kegelapan laksana pencari kayu di waktu malam gelap gulita. Di antara mereka ada pula yang senantiasa mengkaji al-Qur’an, hadits dan sumber-sumber lainnya, sehingga mereka mendapatkan petunjuk dan mengetahui tentang diutusnya para nabi dan rasul.

                Sebagai umat islam, kita perlu mengetahui bahwa kehidupan dunia hanyalah sebagai jalan yang dapat menyampaikan manusia ke kehidupan abadi di akhirat nanti. Setiap yang bernyawa pasti akan mendapat balasan yang setimpal atas apa yang telah mereka perbuat di dunia. Sebagaimana firman Allah dalam kitab sucinya, yang artinya; Ingatlah pada hati ketika setiap jiwa mendapatkan balasan atas kebajikan yang telah dikerjakan di dunia, begitu juga balasan atas kejahatan yang telah ia kerjakan. (al-Imron: 30)

Dalam ayat lain juga dijelaskan, yang artinya: Barang siapa berbuat kebajikan maka ia akan mendapatkan balasan sepuluh kali lipat dari amal perbuatannya dan barang siapa berbuat kejahatan maka ia akan mendapatkan balasan yang setimpal atas kejahatan yang telah ia perbuat dan sedikitpun mereka tidak di-dzalimi. (al-an’am: 160)

Dengan adanya penjelasan ayat di atas kita sebagai umat islam harus meyakini bahwa hari pembalasan itu memang benar-benar ada dan pasti akan terjadi. Kita tidak boleh percaya dengan pendapat  orang-orang yang menyatakan bahwa ketika roh berpisah dari jasad, anggota tubuh telah hancur lebur dan manusia dikembalikan pada asalnya, maka selesailah urusannya, tidak ada hari pembalasan apa lagi surga dan neraka.

Ketika mengosongkan pikiran dari kesibukan-kesibukan di dunia dan merenungkan tentang revolusi bumi dan problematika-problematika dalam kehidupan ini, kita akan menemukan sebuah bukti yang sangat kuat dan jelas bahwa semua sesuatu yang telah diperbuat manusia di dunia tidak akan hilang sia-sia bahkan manusia akan mengarungi mahligai kehidupan barunya di akhirat nanti untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. Di sana akan ada pengadilan dzat Yang Maha Adil. Ketika itu yang menjadi pengacara adalah tangannya sendiiri sedangkan kakinya akan menjadi saksinya, mulut diam membisu seribu bahasa tidak bisa mnengucapkan apa-apa. Hal ini telah diperingatkan oleh Allah kepada kita dalam firmannya  dalam surat Yasin, yang artinya: Pada hari ini kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada kami dan kaki mereaka akan memberikan keasksian tentang apa yang mereka perbuat.

                Planet bumi merupakan satu-satunya planet yang mempunyai gaya grafitasi seimbang yang dulunya di huni oleh bangsa jin. Namun karena mereka berbuat onar dan kerusakan di bumi Allah mengutus para malaikat untuk mengusirnya dari planet bumi. Ketika bumi sepi tak berpenghuni, Allah berfirman kepada malaikat, “Aku akan menciptakan Nabi Adam sebagai khalifah di bumi agar dia menjadikan syariat-syariatku di sana." Malaikat bertanya: “Apakah engkau akan menciptakan makhluk yang akan berbuat onar dan kerusakan dengan bermaksiat dan saling membunuh satu sama lain, sedangkan kami selalu bertasbih, bertahmid dan senantiasa mensucikan namamu?”

Allah berfirman, "Aku mengetahui sesuatu yang tidak kalian ketahui."

Malaikat bertanya seperti itu kepada Allah bukan untuk memprotes kehendak Allah menjadikan Nabi Adam sebagai khalifah di bumi dan juga bukan untuk meremehkan kemampuan Nabi Adam, akan tetapi hanya rasa penasaran keingintahuan malaikat tentang terciptanya Nabi Adam. Kalau malaikat yang merupakan hamba Allah yang mulia mempunyai keingintahuan dan rasa penasaran tentang hikmah terciptanya Nabi Adam maka kita sebagai manusia tentu mempunyai rasa penasaran dan keingintahuan yang lebih besar tentang hikmah diutusnya para Nabi dan Rasul.

Syaikh Ali Ahmad al-Jarjawi menjelaskan, bahwa hikmah dari terurusnya nabi dan rasul ke muka bumi adalah; manusia hidup di dunia laksana seorang pengelana yang menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan apa yang ia cari. Begitulah keadaan manusia. Hidup di dunia ini bukanlah hidup yang sesungguhnya akan tetapi hanyalah perjalanan panjang untuk mencapai kehidupan hakiki di akhirat nanti. Perjalanan itu sangat sulit untuk di tempuh karena jalannya sangat licin dan keadaannya sangat gelap. Manusia tidak mungkin dapat menembus kegelapan itu dengan akalnya saja tanpa adanya lampu yang dapat menerangi dan seorang penunjuk jalan yang dapat menuntunnya ke arah yang benar karena manusia tidak memiliki sifat kesempurnaan seperti sifat yang dimiliki oleh sang pencipta. Lampu itu adalah syariat yang di bawakan oleh para rasul yang diutus oleh Allah kepada seluruh makhluk untuk menunjukkan mereka terhadap sesuatu yang akan membuatnya bahagia di dunia dan akhirat. Oleh karena itu Allah mengutus para nabi dan rasul agar manusia mengetahui syariat-syariat Allah yang akan membuat mereka bahagia di dunia dan akhirat.[AAS]

 

                 

 

 

Berita "Artikel" Lainnya

Copyright © 2012 Mengapa Harus Ada Nabi Dan Rasul ? | Pondok Pesantren Nurul Cholil - Online. All right reserved
Jl. KH. Moh. Kholil 3/10 Demangan Barat Bangkalan Jawa Timur - Indonesia, Telp: 031-3096564 email: pp@nurulcholil.net
Home | Terms of Service | Privacy Policy | Trademarks | SiteMap | RSS Feed | Kontak Kami