Login anggota

User/Email
Password
      Daftar | Lupa Pass?

Kategori Berita

Agenda PP. Nurul Cholil

« Dec 2017 »
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Activity Feed

Statistik Situs

Visitors:257980Users
Hits:704705Hits
Month:1543Users
Today:74Users
Online:1Users

Benarkah Ahli Surga Para Remaja?

Kategori: Artikel - Minggu, 1 Mei 2016 00:24:33 - Oleh : HASAN - dibaca 830 kali
Benarkah Ahli Surga Para Remaja?

Benarkah Ahli Surga Para Remaja?

“Wahai Ahli Surga! Sesungguhnya kalian senantiasa dalam kesehatan, tidak ada lagi kematian,berusia muda dan setelah hari ini tidak ada kerusakan, kekhawatiran dan rasa sakit.Sesungguhnya kalian semua selalu berada dalam kebaikan dan keberkahan.” (HR. Ibnu Abbas)

 Surga merupakan suatu tempat yang tidak bisa dijangkau oleh akal mengenai keindahan dan kenikmatannya sehingga ulama’ menyatakan “Keindahan dan kenikmatan di surga tidak seperti apa yang pernah kita lihat,dengar dan tidak seperti sesuatu yang pernah terbesit atau terlintas di hati”. Disediakan untuk ummat manusia yang beriman, dan murni semata–mata karena keutamaan Allah SWT. Tidak dapat dipungkiri, surga adalah aspirasi (harapan) terakhir umat manusia secara umum di kehidupan yang abadi. Dijelaskan dalam kitab Daqoiqu al-Akhbar, Ahli surga semuanya berusia muda, bercelak, bagi laki–laki memiliki kumis yang tipis berwarna hijau berkilauan, hal itu tidak terdapat pada wanita, karena untuk membedakan antara yang laki–laki dengan perempuan. Tingginya Ahli surga seperti Nabi Adam AS. (Enam puluh dzira’), umurnya tiga puluh tiga tahun sebagaimana Nabi Isa AS. ketampanan mereka laksana Nabi Yusuf AS, suaranya merdu seperti suara Nabi Daud AS. dan berbudi pekerti seperti Nabi Muhammad SAW. , mereka memiliki 70 pakaian, setiap pakaian beraneka ragam corak dan warnanya, setiap jam berganti dengan 70 pakaian yang berbeda warnanya. Mereka tidak meludah, beringus, tidak mempunyai rambut kecuali kedua alis; rambut kepala dan rambut pada matanya.   

   Berkaitan dengan usia, penduduk surga semuanya berusia muda yaitu tiga puluh tiga tahun. Hal ini Sesuai dengan hadits:

يدخل أهل الجنة الجنة جردا مردا مكحلين أبناء ثلاث وثلاثين (أحمد ، والترمذى - حسن غريب - والطبرانى عن معاذ )   

Artinya : Ahli Surga akan masuk surga dengan keadaan muda, bercelak, berusia tiga puluh tiga tahun. (HR . Ahmad, At- Tirmidzi–hadits hasan ghorib – dan imam At- Thabrani dari Muadz).

 Usia tiga puluh tiga tahun ini sebagai formalistis (Ketetapan) bagi umat manusia yang masuk surga tanpa membedakan usia ketika masih hidup di dunia, bahkan janin abortus (keguguran atau keluron; jawa red) , sebagaimana keterangan dalam kitab Faidlul Qodir.

            Hadits di atas, merupakan hadits ghorib yaitu ; hadits yang diriwayatkan oleh satu perowi dan hadits yang terdapat kosakata yang sulit dimengerti. Hukum hadits ghorib terkadang Shohih, Hasan dan yang paling umum adalah Dlo’if . Semua hadits ghorib bisa dijadikan hujjah (sumber pengambilan hukum) jika memang perowinya mempunyai sifat Ad - Dhobith (teliti). Oleh sebab itu hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, At–Tirmidzi dan At–Thabrani di atas, bisa dijadikan hujjah untuk menetapkan usia tiga puluh tiga tahun sebagai formalistis kehidupan di surga.

            Setelah jelas status dari hadits tersebut, kita termotivasi untuk mengkaji, kenapa usia tiga puluh tiga tahun sebagai formalistis kehidupan di surga dan wajibkah bagi kita mengimaninya? Kita bisa menguraikan secara rinci; ada beberapa hadits - selain hadits di atas - yang menjelaskan tentang Sinnu Ahli Al–Jannah (usia penduduk surga) salah satunya adalah hadits marfu’ (hadits yang disandarkan pada rosulullah SAW.) yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad–Dunnya dari shohabat Anas RA. Sebagai berikut :

 يدخل أهل الجنة على طول آدم ستين ذراعا بذراع الملك على حسن يوسف وعلى ميلاد عيسى ثلاث وثلاثين ( وراه ابن أبي الدنيا عن أنس مرفوعا )

Artinya : Ahli surga akan masuk surga dengan tinggi tubuhnya seperti Nabi Adam AS, ketampanannya seperti Nabi Yusuf AS. dan berumur tiga puluh tiga tahun sebagaimana Nabi Isa AS. (HR. Ibnu Abi Ad – Dunya dari Shohabat Anas RA.)

 Juga diceritakan, di masa Rosululloh SAW. ada seorang perempuan yang sudah lanjut usia, datang menemui Rosululloh SAW. dengan suatu tujuan supaya didoakan masuk surga, tapi beliau menyatakan bahwa tidak akan masuk surga orang-orang yang sudah tua renta (lansia). Perempuan tersebut menangis tersedu-sedu setelah mendengarkan pernyataan Rasululloh SAW, kemudian Rosululloh SAW. menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pernyataannya adalah; di dalam surga, fisik seorang perempuan yang sudah lanjut usia akan dipulihkan lagi keperawanannya, dan kembali muda lagi yaitu berumur tiga puluh tiga tahun. Dari dua hadits ini bisa diambil subtansi, bahwa usia tiga puluh tiga tahun adalah usia yang paling sempurna di dunia sehingga dijadikan suatu formalistis bagi umat manusia yang masuk surga sebagaimana keterangan di dalam kitab Mirqotu al-Mafatih. Dan hukumnya wajib bagi kita, percaya terhadap suatu ketetapan usia tiga puluh tiga tahun ahli surga, karena termasuk dari salah satu Amru al–Ghaib, dalam kitab tafsir Ibnu katsir dijelaskan hal–hal yang ghoib itu meliputi : perkara – perkara tentang surga dan neraka. Wallohu A’lam !

Berita "Artikel" Lainnya

Copyright © 2012 Benarkah Ahli Surga Para Remaja? | Pondok Pesantren Nurul Cholil - Online. All right reserved
Jl. KH. Moh. Kholil 3/10 Demangan Barat Bangkalan Jawa Timur - Indonesia, Telp: 031-3096564 email: pp@nurulcholil.net
Home | Terms of Service | Privacy Policy | Trademarks | SiteMap | RSS Feed | Kontak Kami